Rabu, 04 Desember 2013

GAMBAR KERJA

Setelah sekitar dua tahun bekerja di sebuah developer real estate sebagai seorang dreafter, mau gak mau, suka gak suka, harus berurusan dengan pembuatan gambar kerja atau bestek. Meskipun kalau bisa memilih, aku lebih senang jadi 3D artist :D :D :D.
Anyway... kenapa drafter? Bukannya lo anak arsitek? Mungkin banyak orang yang gak selalu paham tentang peluang kerja yang tersedia di industri property saat ini. Intinya, aku jadi drafter karena yang dibuka lowongan itu... hahaha. A... jai kemana-mana :p
Back to topic, gambar kerja itu apa siiii? Terus kenapa harus bikin gambar kerja?
IMHO... gambar kerja adalah gambar dua dimensi yang digunakan untuk memandu pekerjaan proyek di lapangan. Beberapa item dari gambar kerja juga digunakan sebagai persyaratan dalam pengajuan izin mendirikan bangunan yang disingkat IMB, bukan MIB alias Man In Black yaaaa :D
Gambar kerja meliputi gambar-gambar arsitektural, gambar struktur, mekanikal, elektrikal dan detail-detail  lain yang dibutuhkan.
Nah masing-masing jenis gambar itu terdiri dari beberapa gambar lagi loowh.... cekidot!

Gambar Arsitektural.
Gambar arsitektural terdiri dari: Denah lantai, denah rencana atap (tampak atas), tampak, potongan, pola lantai, denah kusen dan denah plafond.

Gambar Struktur.
Gambar rencana pondasi dan sloof, rencana balok, rencana atap (keliatan tuh letak kuda-kida, reng dll), penampang kolom dan balok.

Gambar Mekanikal
Kadang disebut juga utilitas. Meliputi gambar rencana plumbing atau pemipaan, yang terdiiri dari instalasi pemipaan air bersih, air kotor/bekas dan air kotoran.

Gambar Elektrikal
Menampilkan gambar perencanaan titik lampu, saklar, sambungan telepon dll dalam satu gambar.

Detail
Biasanya sih ada gambar kamar mandi secara khusus, ya denahnya dan potongannya. Lalu ada juga detail-detail yang perlu perhatian khusus dal;am pengerjaan seperti ornamen/hiasan misalnya.

Nah gitu deh, mohon maaf kalau tulisan di atas banyak kurang dan kelirunya ya.... sila dilengkapi jika kawans sekalian merasa ada yang kurang atau tolong dikoreksi jika ada yang keliru.... semoga bermanfaat. :D
#Iris desember 2013.

Kamis, 28 November 2013

Mediterania VS Me

Beberapa waktu lalu, aku diminta oleh atasan di kantor untuk membuat desain rumah dengan gaya Mediteranian. Karena engggak begitu kenal dengan si Mediteraian ini, jadilah aku berselancar ke sana-kemari mencari alamat sambil mengumpulkan sekantung beras dan segenggam berlian... juga beberapa data tentang Meditenian house.... 
Setelah baca-baca, ternyata rumah dan atau bangunan berganya Mediteranian ini dibuat dengan desain sedemikian rupa untuk menyikapi iklim di wilayah laut Meditrania , agar penghuninya merasa nyaman. 
Dilihat dari segi fasad alias tampilannya, bangunan Mediterania memiliki kesan kokoh, monumental, megah dan Wah. Ciri khas yang bisa ditemukan pada bangunan Mediterania, diantaranya adalah banyakbbidang yang cendeerung masive, pilar-pilar besar nan menjulang, juga unsur lengkung. 
Unsur lengkung pada Mediteranian, bisa dijumpai pada Portico, jendela dan ornamen atau hiasan pada fasadnya.
Hem... bikin teringat dengan Parthenon kan.... hehehe. Karena ternyata si Mediteranian ini memang mengadopsi umsur-unsur yang terdapat dalam arsitektur klasik, seperti pilar-pilar yang kokoh, juga detail ornamennya. 
Kalau dari segi warna, si Mediteranian dibalut warna-warna yang cenderung hangat dan memberi kesan  hommy seperti warna coklat, peach dan gradasinya.

Nah... karena masyarakat Indonesia - termasuk klien si Bos - suka dengan tampangnya si Mediteranian, jadilah kini banyak kita temukan wajah-wajah Mediteranian di sekitar kita, umumnya sih bisa ditemukan di area pemukiman elite. Karena kavlingnya kan guede....:D :D :D

Yang kusayangkan dalam proses desain kali ini adalah keputusan desainnya itu sendiri! Karena... ternyata oh ternyata lokasi kavling calon si Mediteranian berdiri adalah di kota hujan! Terus kenapa? Sebenernya sih gak apa-apa, hanya saja keputusan untuk menggunakan AC terasa amat disayangkan. Mengingat, udara di sana cenderung sejuk dan menyenangkan untuk dimasukkan ke dalam rumah. 

Ah... sedihnya. Aku berharap para arsitek senior yang berwenang memberi keputusan lebih mempertimbangkan desain yang sesuai dengan lingkungan. Tidak sekedar memerhatikan tampilan. 
Waks malah jadi curhat. Hahaha. CMIIW.  #Iris_Nov2013

Selasa, 12 November 2013

Mari menghafal AlQur'an: Surah Al-Haqqah :D



Cara Render Sederhana #1


Dear Kawans... kalian pernah mencoba mengatur render untuk suasana siang hari? Hem... bagi para artist, khususnya 3D artist bidang arsitektur, hal ini pasti sering dilakukan. 
Yup, proses finishing gambar desain dengan teknik render agar 'model' yang telah selesai menjadi tampak realistis, memang penting banget....

Dakara... kali ini, aku ingin berbagi sedikit pengalaman di-kursus-in plus trial n eror dalam melakukan proses setting render dengan menggunakan plug-in VRay pada software 3D studio Max 2009. Yuk mari....

Pertama. Setelah modeling selesai dibuat, tekan T agar viewport memperlihatkan tampilan atas gambar. Lalu  masukkan sistem pencahayaan dengan cara:

Lihat tool-bar di atas work sheet, cari tulisan Create (klik) --> Lights --> Daylight System (Enter)
 
Langsung klik dan drag pada viewport sampai terlihat compass. Enter.
Pilih 'Select by name' yang terletak di toolbar atas, lalu klik tulisan Daylight. Klik 'OK'

Dengan Daylight pada kondisi terpilih. Gerakkan kursor menuju toolbar sisi kanan viewport. Klik Modify. Makan akan mucul parameter rollout. Amatin deh... :D

Lalu pada Skylight Parameters. Centang On. Multiplier : 1,0
Pada Daylight Parameter:
Sunlight : Active. Pilih VRaySun.
Skylight : Active. Pilih Date, Time and Location. Klik Setup. 
           Time : Pilih aja, biasanya aku pakai Jam 10
           Month: Terserah... aku sih pakai bulan saat pengerjaan, atau suka-suka. :D
           Centang Daylight Saving Time.
           Locaton : Klik Get Location, pilih yang Asia-- Jakarta, Indonesia. Klik OK.
           Model Scale : Orbital Scale 1600.
Klik lagi tulisan Modify paling atas toolbar kanan.

VRaySun Parameter
Centang semuanya kecuali invisible.
Turbidity : 3,0
Ozone : 3,5
Intensity multiplier: 0,8
Size multiplier : 20
Shadow subdivision : 23

Lainnya biarkan default.

Silakan dicoba... selebihnya akan dibahas lain waktu ya... :D


Cerita (gaje) Tentang Seorang Pemuda * postingan lama : rangkuman status seorang teman bernama Pena dan Kertas.

Seorang pemuda menggaruk-garuk kepala, mencoba mengerti sebuah kalimat sakti yang baru saja didengarnya di sebuah seminar "seni adalah kebohongan yang membuat kita menyadari kebenaran"  _PABLO PICASSO_ Tapi ia tak kunjung juga memahami maknanya, padahal ia selama ini merasa sebagai seorang seniman sejati. Ia tak dapat menerima kata BOHONG disandingkan dengan kata seni yang ia cintai.
"Bagaimana mungkin selama ini aku melakukan kebohongan?! Yah meskipun untuk menyadari sebuah kebenaran, bohong tetaplah bohong!"
Ah...ia merengut, berkali-kali menjeduk-jedukkan kepalanya ke tiang-tiang listrik di sepanjan jalan. Ia begitu kalut lalu mengambil saputangan bergambar Ultraman Tiga kemudian menutup kedua matanya.

"Selamat tinggal dunia...." Ia berucap lirih sembil melangkah ke jalan raya yang hari itu begitu riuh oleh motor dan mobil yang saling kebut-kebutan.

BRAK! Lalu semuanya gelap.

**

Saat tersadar, ia sedang berlari menelusuri gang-gang sempit, wc-wc umum, serta gorong-gorong kota. Jauh di belakangnya terdengar suara-suara penuh kemarahan

"Woi balikin kolor gue!" Sebuah suara melengking galak
"Balikin kaos bola gue! Itu masih ngutang!!" Suara lain tak kalah beringas menyusul.

Pengap, gerah dan berat! Heum rupanya ia tengah mengenakan sebuah kostum yang didominasi warna hitam dengan putih di  bagian perut. Lalu wajahnya? Waw ia menjadi begitu mancung! Tak hanya hidung tapi juga kedua bibirnya. Uft! Untung cuma topeng!
" Loh kok tiba-tiba aku jadi begini sih?! Kayak kostum Si Komo...apa aku telah ber-reinkarnasi yah?"  Ujarnya bingung.

"Huakakakka mau lari kemana lu?!" Sebuah suara manis tapi kejam tiba-tiba bergelegar bersama munculnya sesosok aneh di hadapannya.
"Uwa..! siapa kamu?" Si Pemuda berkostum Si Komo terperanjat menyaksikan sesosok makhluk aneh, ia berwajah Marimar tapi memar-memar dan bertubuh gempal dengan kostum balerina yang penuh tempelan lollypop.
" Gue Monster Gula-gula, pembela seniman dan tak gentar membela yang bayar. Ini kartu nama saya"
"Oh oke oke" sahut pemuda Si Komo sambil menerima kartu nama Monster Gula-gula. "Terus...kenapa tiba-tiba menyerang saya?  Memangnya siapa yang membayar kamu?"
"Anak-anak kost yang elu colong jemurannya! Mereka yang bayar gue, soalnya gue juga freelance bantuin mereka kalau ada tugas gambar! Argh...udah ah ngobrolnya! CIA...T!!"

"Hei sini monster! Lawanmu adalah aku!" Tiba-tiba Ultraman Tiga datang menolong Si Komo.
 Sang Monster pun menyerang Ultraman Tiga dan Si Komo, bersamaan dengan itu datanglah anak-anak kost, mereka pun menonton petarungan tak imbang itu sambil makan jamblang,  kacang rebus dan minum bajigur. Sampaii akhirnya Si Komo oleng dan topengnya terlepas!

"Hah! Elo toh! Peter Penker!( Pena dan Kertas :p) ternyata elo yang selama ini maling jemuran anak kostan Ganteng Tujuh Turunan!" Seru seorang pemuda ceking yang dikenalinya sebagai teman sekamarnya,  Pe-I.
"Makan temen lo!"  Sabut sebuah suara yang lain.
Si pemuda bingung, ia tak sempat bertanya karena para anak kost itu mengeroyoknya. Ia berusaha kabur...lari, jauh berlari.
Dalam pelariannya, perlahan ingatannya terpanggil.
Ia teringat, ketika malam tiba ia seringkali mengendap-endap mengambil jemuran kawan-kawan satu kostnya untuk kemudian dijual demi menutupi uang sakunya yang enggak cukup untuk membeli kanvas, serta cat yang ia gunakan untuk melukis. Kadang bila teman-temannya mulai curiga dan dinas malam menjaga jemuran. Ia menyamar jadi petugas laudry!

"Ah...kacau! Ternyata ini masa lalu! Mengapa aku kembali ke sini? Ah aku harus menyamar jadi tukang laundry lagi besok, lalu menjual baju-baju curian itu! Ya! Aku butuh uang itu untuk bayar hutang kanvas! Mungkin itu alsannya aku kembali ke dimensi waktu ini"

Sang pemuda pun pergi bersembunyi di perkampungan penduduk yang awam. Kostum Si Komo yang dikenakannya membuat orang-orang mengira ia badut labill yang hilang jati diri. 
Keesokan harinya, ia kembali dalam penyamaran sebagai petugas laundry dengan baju yang didapatnya dengan nyolong jemuran penduduk, ternyata jiwa maling masih melekat pada dirinya.
Ajaib! Ketika mengambil sekarung baju kotor, teman-teman  Kostan Ganteng Tujuh Turunan sama sekali tidak mengenalinya! Mungkin  ini yang namanya 'keajaiban'. 
Setelah itu ia bergegas menuju pasar loak, baju-baju itu sengaja tidak dicuci olehnya. Yah biarkan saja! Toh dijualnya juga di pasar loak, bau-bau sedikit tak apalah....
Setibanya di pasar loak, ternyata masih sepi...ia pun menggelar pakaian-pakaian apek itu dengan apik sambil bersenandung riang.

 "Hei lu! Kali ini elo gak bakalan lolos!" Tiba-tiba Monster Gula-gula sudah berkacak pinggang di hadapannya.
"Aduh...Ultraman Tiga...di mana kamu?" Si Peter Penker gemetar ketakutan.
"Ahahaha sayang banget! Ultraman Tiga lagi asyik menikmati voucer liburan ke pulau terpencil! Seru Monster Gula-gula sombong.
"Loh kok bisa tahu?" Tanya Peter Penker takut-takut, ia hampir pipis di celana.
"Iya! Soalnya gue baca status facebooknya!"
CIA...T...PLOP!
Tanpa aba-aba Si Monster Gula-gula melemparkan arumanis maut  beracun ke dalam mulut si pemuda yang ternganga, membuat si pemuda nahas itu mati seketika!

"Hei kenapa lo bunuh! Kami kan cuma minta dia dikasih pelajaran!" Pe-I yang kebetulan lewat lari pagi terkejut melihat temannya sudah tak bernyawa.
"Kita laporin polisi aja!" Sahut seorang pedagang loak yang baru datang.
 BLAST!
Mendengar kata-kata POLISI sang monster pun ketakutan dan menghilang seketika.
"Yah..cemen masak baru dibilang gitu aja udah menghilang!" Teman Peter merasa geram pada Monster gula-gula, tapi kemudian meratap sedih seraya membopong tubuh temannya dibantu oleh tukang loak " Kasihan temen gue..."

***

Hari-hari pun berlalu, semua orang berduka. Keluarga juga teman-teman Peter Peker, mereka sudah memaafkan kekonyolan teman mereka itu, keluarganya merasa menyesal tidak memberi jatah uang yang cukup untuk si Peter, sekaligus menyayangkan mengapa anak mereka mesti mengambil jalan pintas yang buruk itu.
Jadi maling jemuran dan mati dubunuh monster setengah banci! Uft...enggak elite banget deh!
Mereka berharap Ultraman Tiga segera menangkap dan membasmi Monster Gula-gula. Tapi, mereka rupanya tidak tahu, Ultraman Tiga yang pada hari nahas itu pergi berlibur, lupa membawa carger. Akibatnya sampai saat ini dia teronggok di pulau terpencil dalam keadaan lowbat.
Lalu bagaimana nasib Monster Gula-gula?
Nasibnya kini menyedihkan, ia hidup dengan sembunyi-sembunyi menghindari aparat juga keluarga dan hukum masyarakat yang kejam. Ia pun kehilangan mata pencaharian sebagai freelancer tugas-tugas gambar kampus.
Untuk menghilangkan kegalauannya ia menggambari dinding-dinding kosong di tiap sudut kota secara diam-diam ketika semua orang sudah memejamkan mata....

**

Sang Pemuda membuka mata, ia mendapati dirinya berada di tepi jalan. Mulutnya asyik merapal kalimat "seni adalah kebohongan yang membuat kita menyadari kebenaran".  Aneh...ia merasa pernah megalami kejadian ini, tapi kini pikirannya terasa lebih jernih.

***



in_25062011