Kamis, 28 November 2013

Mediterania VS Me

Beberapa waktu lalu, aku diminta oleh atasan di kantor untuk membuat desain rumah dengan gaya Mediteranian. Karena engggak begitu kenal dengan si Mediteraian ini, jadilah aku berselancar ke sana-kemari mencari alamat sambil mengumpulkan sekantung beras dan segenggam berlian... juga beberapa data tentang Meditenian house.... 
Setelah baca-baca, ternyata rumah dan atau bangunan berganya Mediteranian ini dibuat dengan desain sedemikian rupa untuk menyikapi iklim di wilayah laut Meditrania , agar penghuninya merasa nyaman. 
Dilihat dari segi fasad alias tampilannya, bangunan Mediterania memiliki kesan kokoh, monumental, megah dan Wah. Ciri khas yang bisa ditemukan pada bangunan Mediterania, diantaranya adalah banyakbbidang yang cendeerung masive, pilar-pilar besar nan menjulang, juga unsur lengkung. 
Unsur lengkung pada Mediteranian, bisa dijumpai pada Portico, jendela dan ornamen atau hiasan pada fasadnya.
Hem... bikin teringat dengan Parthenon kan.... hehehe. Karena ternyata si Mediteranian ini memang mengadopsi umsur-unsur yang terdapat dalam arsitektur klasik, seperti pilar-pilar yang kokoh, juga detail ornamennya. 
Kalau dari segi warna, si Mediteranian dibalut warna-warna yang cenderung hangat dan memberi kesan  hommy seperti warna coklat, peach dan gradasinya.

Nah... karena masyarakat Indonesia - termasuk klien si Bos - suka dengan tampangnya si Mediteranian, jadilah kini banyak kita temukan wajah-wajah Mediteranian di sekitar kita, umumnya sih bisa ditemukan di area pemukiman elite. Karena kavlingnya kan guede....:D :D :D

Yang kusayangkan dalam proses desain kali ini adalah keputusan desainnya itu sendiri! Karena... ternyata oh ternyata lokasi kavling calon si Mediteranian berdiri adalah di kota hujan! Terus kenapa? Sebenernya sih gak apa-apa, hanya saja keputusan untuk menggunakan AC terasa amat disayangkan. Mengingat, udara di sana cenderung sejuk dan menyenangkan untuk dimasukkan ke dalam rumah. 

Ah... sedihnya. Aku berharap para arsitek senior yang berwenang memberi keputusan lebih mempertimbangkan desain yang sesuai dengan lingkungan. Tidak sekedar memerhatikan tampilan. 
Waks malah jadi curhat. Hahaha. CMIIW.  #Iris_Nov2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar