Senin, 11 November 2013

Hujan dan Naungan


Alangkah nyaman bila sepanjang jalan tertutup pergola. Panas tidak kepanasan. Hujan, tidak kehujanan. Tapi tentu saja mustahil mengatapi jalan-jalan di dunia dengan pergola. 

Hanya saja, bila hujan deras tiba, ingin sekali deretan pergola itu benar-benar ada. Yaaah mungkin di bagian trotoar untuk pedestrian, setidaknya. Hem... seperti sore ini. Curahan hujan terjun bertubi-tubi, membuat kami - para angkoter sekaligus pejalan kaki - agak kebingungan menghadapi kondisi ini. Khususnya kami, yang alergi bawa payung dan mencintai inspirasi sang hujan dengan agak 'lebay'. 

'Pergola naga' mungkin hanya imajinasiku saja. Tapi naungan versi realita sesungguhnya memungkinkan untuk ada. Shelter peristirahatan, misalnya. Yaaah meskipun tidak banyak ditemukan. :p. Pemenuhan kebutuhan naungan pedestrian pada akhirnya, hari ini dibantu oleh keberadaan warung kopi, angkringan dan teras-teras pertokoan. :) # verlit ivana. hujan di petang Ramadhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar